nenek penjual nasi ( life )

entah ngimpi apa saya kemarin malam…

pagi ini saya jalan ke pasar buat beli sarapan. sialnya warung favorit….nasinya udah ludes, trus gue nemu warung nasi lain dengan penjualnya nenek-nenek.

sesudah itu, saya pulang dan membuka bungkusan nasi…..ternyata nasinya porsi nenek-nenek…dikiiit amat bro!

teringat juga sama warung nasi lain yang penjualnya berganti-ganti. kalau pas yg jual bpknya, porsinya banyak sesuai makannya bapak-bapak. pas ibunya, yaa porsinya ibu-ibu. pas anak perempuan….apessss…porsi anak gadis sedang diet!

Monopoli harga minyak dunia

Harga minyak mentah dunia pernah menembus angka kritis, yakni US$100. Anehnya, harga minyak mentah dunia seolah-olah tanpa kendali sedikitpun. Padahal secara ilmu ekonomi, antara supply dan demand tidaklah mengalami perubahan yang signifikan. Lantas mengapa harga minyak mentah dunia begitu fluktuatif dan cenderung naik terus? Adakah rekayasa? Siapakah pemain sebenarnya? Benarkah AS merekayasa penentuan harga minyak dunia? Lalu apa motif di balik itu semua?

Jika dilihat secara mendalam, berfluktuasinya harga minyak dunia dan bahkan cenderung naik tanpa kontrol sama sekali sebenarnya tidak lepas dari keberadaan AS. Harga minyak dunia memang tidak bisa dilepaskan dari campur tangan AS. Dengan kata lain, gonjang-ganjing harga minyak mentah dunia sebenarnya tidak lebih dari ‘permainan’ AS dalam upayanya untuk ‘mengeruk’ keuntungan sebesar-besarnya demi kepentingannya. Mengapa? Karena AS menguasai minyak dari hulu sampai hilir; bukan hanya perdagangannya saja, namun juga teknologi eksplorasi, produk derivatifnya, bahkan modal. Walhasil, kenaikan harga minyak dunia tanpa kontrol ini memang semuanya by design.

Motif AS melakukan ini semua adalah agar: Pertama, memukul pesaing ekonomi dan politiknya. Sebagaimana yang dirilis oleh NewsWeek bulan Desember  2007: (1) Situasi politik ekonomi AS sejak 2001-2007 hanya memberi keuntungan kepada UE, Jepang, RRC dan justru menjadi pemicu bagi bangkitnya perlawanan dari negara-negara musuh potensial AS seperti Venezuela, Brazil, Bolivia, Argentina, Rusia dan Iran. Negara tersebut bukan saja secara politik senantiasa ‘berseberangan’ dengan AS, tetapi juga merupakan produsen minyak besar di dunia. Jika negara-negara tersebut tumbuh ekonominya maka mereka menjadi permasalahan tersendiri bagi AS. Belum lagi Cina yang saat ini dalam pemakaian konsumsi BBM menempati nomor ke-2 terbesar. Jelas, Cina saat ini terus berkembang menjadi ‘negara adikuasa’. Kondisi ini tentu sangat tidak diinginkan oleh AS. Karena itu, dalam upayanya untuk ‘menghadang Cina’ AS merkasyasa kenaikan harga minyak dunia. (2) Adanya upaya Rusia menggeser Unipolar, yakni dunia yang senantiasa berporos pada AS semata menjadi multipolar, yakni tidak semata-mata ikut pada kepentingan AS saja. Hal ini bisa dilihat dari berbagai macam kasus atau rekayasa yang dilakukan oleh Rusia, di antaranya dalam kasus penempatan rudal di Polandia, pertemuan Kawasan Kaspia dan lainnya. Jelas ini mengancam eksistensi AS sebagai negara adikuasa satu-satunya setelah ‘tumbangnya’ Uni Soviet. AS tidak mau kehilangan ‘pengaruhnya’ di mata negara-negara kecil di dunia. (3) Biaya Perang Irak yang begitu besar yang harus ditanggung oleh APBN AS. Hingga saat ini Perang Irak bukannya menunjukkan tanda-tanda selesainya ‘misi’, namun justru muncul ‘frustasi’ akibat semakin berlarut-larutnya permasalahan yang ada. Jelas ini membutuhkan back up dana yang cukup besar. Belum lagi adanya bencana alam yang menerjang dalam negeri AS, seperti Badai Katrina. Tanggungan biaya akibat bencana alam mini hanya tersedia US$ 116 miliar dari total kebutuhan US$ 150 miliar. Kondisi ini juga diperparah dengan adanya defisit perdagangan dengan RRC hingga mencapai (US$ 298 miliar).

Kedua, upaya perbaikan kampanye politik perang Bush. Sebagaimana yang dilansir oleh The Economist, 30 June 2007, hingga tahun 2007 belanja AS untuk kebutuhan militer tetap menduduki peringkat pertama dibandingkan dengan sektor lainnya, bahkan kecenderungannya semakin naik; yakni 45,7% dari total belanja pertahanan, setelah pengelolaan minyak dan industri IT (knowledge base economy). Anggaran belanja militer yang membengkak ini merupakan akibat kampanye Bush ‘perang melawan terorisme’. Ini menyebabkan anggaran belanja negara mengalami kondisi yang timpang dan tidak sehat. Anggaran tersedot habis untuk membiayai ‘proyek perang’ Bush. Dari sinilah diperlukan fresh money yang bisa digunakan untuk memperkuat pondasi ekonomi. Tegasnya, harus ada upaya perbaikan (baca: timbal balik keuntungan) akibat ‘kampanye politik’ ini.

Akibat yang terjadi terhadap rakyat Indonesia.

Dengan melambungnya harga minyak akhir-akhir ini menyebabkan membengkaknya anggaran APBN. Hal ini mendorong pemerintah untuk mengambil langkah menaikkan harga BBM atau dengan kata lain mencabut subsidi rakyat.

Diperkirakan dengan kenaikan harga BBM sebesar 30 persen berpotensi mengakibatkan orang miskin bertambah sebesar 8,55 persen atau sekitar 15,68 juta jiwa.Data Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah orang miskin se-Indonesia adalah 16,85 persen dari total populasi atau sekitar 36,8 juta jiwa.

Referensi: HTI online.

Ngantuk benget, tapi masih pengen ngeblog..

Sekarang udah malam kira-kira jam 23.00, mata pengen segera ditidurkan. Anehnya….kok saya masih pengen ngeblog atau posting sesuatu.

Apa saya sudah kecanduan ngeblog atau terkena penyakit blog addictive?

bagaimana teman-teman?

keep smile :D

Obat sakit hati

sakit hati

sakiiiiit banget….

obatnya apa? please…

Senang dan susahnya wanita cantik

Bergembiralah kaum hawa yang dianugrahi selendang kecantikan di dunia, bersyukurlah atas karunia Allah yang satu ini. Karunia yang tak pernah tergantikan dengan materi apapun di dunia. Dengan kecantikannya bisa menghibur dan menyejukkan suami di kala sedang susah atau suntuk.

Sayangnya di kehidupan modern sekarang ini, banyak wanita yang menjual kecantikannya demi popularitas, finansial, ataupun materi dunia lainnya.

Pesanku hanya jagalah anugrah yang engkau terima dengan penuh keikhlasan.

belajar dan wisata di alam bebas

Di era yang serba modern dan instan sekarang, teknik belajar bersama alam sangat digemari oleh masyarakat perkotaan. Maklum dengan suasana pendidikan di daerah metropolitan yang serba cepat dan sesak, belajar terkesan hanya sekedar sebagai pemenuhan kewajiban individu. Sehingga meninggalkan unsur yang sangat penting dari belajar yaitu rasa asyik atau senang ketika menjalaninya.

Metode belajar bersama alam memang sudah dikenal sejak dulu oleh para pakar pendidikan. Akhir ini banyak instansi pendidikan seperti sekolah, lembaga bimbingan belajar, training center yang menawarkan metode ini. Karena sangat efektif untuk merangsang peserta belajar untuk lebih aktif dalam interaksi belajar. Dengan suasana alam yang alami dan fresh akan sangat mendukung kondisi peserta/siswa tetap pada kondisi prima. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan pada liburan semester atau liburan yang lainnya.
Lokasi pun haruslah dipilih yang masih alami seperti puncak perbukitan, pantai, taman, atau tempat wisata yang ada di sekitar lingkungan sekolah.

Kunjungan Paus ke AS dan Skandal Seks Gereja

Kedatangan Paus Benediktus XVI Rabu (16/04) disambut luar biasa di AS. Tidak biasanya, presiden AS Goerge W. Bush yang didampingi istiri dan putrinya, Laura dan Jenna menyambut langsung di Lanud Andrews. Sekretaris Gedung Putih Dana Perino memperkirakan masalah HAM, toleransi agama serta perlawanan terhadap ekstremisme akan menjadi bahan perbincangan antara Paus Benediktus dan Presiden Bush. Perino tidak menyebutkan apakah perbedaan pandangan tentang perang di Irak akan menjadi bahan perbincangan Paus dan Presiden Bush.

Kedatangan Paus di negeri Paman Sam ini memang tidak bisa dilepaskan dari skandal seks di gereja Katholik Roma. Paus Benediktus tiba di AS beberapa jam setelah pemimpin Katholik Roma tersebut mengaku merasa sangat malu dengan skandal seks yang terjadi di gereja Katholik Roma di negeri Paman Sam itu.
Gereja Katholik Roma di AS telah membayar hingga 2 miliar dolar AS terhadap gugatan kasus penyimpangan seks yang dilakukan oleh beberapa pastur terhadap anak-anak sejak tahun 1950, sebagian besar diantaranya terjadi dalam 6 tahun terakhir. Paus mengaku sulit memahami bagaimana kasus pedofilia sampai dilakukan oleh kalangan pastur.
Kunjungan Benediktus ke AS merupakan kunjungan pertama yang diadakan oleh seorang Paus sejak kasus Boston tahun 2002 meluas di AS hingga ke luar negeri. Sejak saat itu, setiap tahunnya beberapa warga AS atau mencapai ratusan orang mengaklaim pernah mengalami pelecehan seksual pada masa kanak-kanak di Keuskupun Boston.
Read more »

Politik dalam Pilkada meresahkan rakyat?

Kalau kita hitung-hitung, indonesia sudah berapa kali melakukan pemilu demokratis? Mungkin dengan umur Indonesia 55tahun lebih kita bagikan angka 5 standar interval pelaksanaan pemilu demokratis, maka sudah 11 kali pemilu. Sekarang rakyat berada pada posisi serba bingung dan dimanfaatkan pihak yang berkepentingan dalam politik dengan pelaksanaan pilkada.

Pilkada memang bisa diharapkan memunculkan pemimpin yang mengutamakan kesejahteraan dan aspirasi rakyat di wilayahnya. Tetapi pilkada akhir-akhir ini semakin membuat rakyat serba salahdan resah dalam berpolitik, kenapa? Dengan pilkada, rakyat dihadapkan pada persaingan di dimensi lokal dan horizontal. Misal persaingan tidak sehat antar kubu partai yang menjalonkan seorang wakil, persaingan antar golongan dan kepentingan. Sehingga mendorong rakyat untuk lebih bersikap berdiam diri atau pasrah dengan fenomena ini.

Sebagai contoh pada Pilkada Jawa Barat baru-baru ini. Sebagaimana yang dilaporkan oleh KPUD Jabar bahwa total pemilih berjumlah 28 juta orang. Hade memperoleh 7.3 suara (40.5%), Aman sebanyak 6.2 juta suara (34.5%), dan Da’i meraup 4.5 juta suara (25.0%). Berarti ada sekitar 10 juta orang tidak mengunakan hak pilihnya atau golput. Apabila persentase tersebut dihitung berdasarkan total pemilih (28 juta), maka golput 35.7 persen, Hade 26.0 persen, Aman 22.2 persen, dan Da’i 16.0 persen.

Ketidakikutan rakyat dalam pemilu menunjukkan bahwa semakin kuatnya kesadaran rakyat bahwa dengan berganti-ganti pemimpin tidak akan membawa perbaikan selama sistem perpolitikan yang di Indonesia ini rusak, penuh KKN, dan berpihak kepada kepentingan suatu golongan semata.

Konsep politik yang salah selama ini dipakai oleh para politikus Indonesia, mereka menganggap politik itu hanya berhubungan dengan kekuasaan. Sehingga dengan harapan menguasai punuk kekuasaan, mereka mampu mengubah kondisi rakyat.

Berpolitik yang benar ialah menekankan pada aktivitas mengabdi kepada kepentingan rakyat/masyarakat, bukan pada kekuasaan. Dengan cara membangun pemikiran di tengah-tengah masyarakat yang mampu menyadarkan dan membawa kebangkitan bagi bangsa. Pemikiran tsb adalah ideologi yang benar. Dengan bertumpu kepada ideologi maka seluruh bangunan pemerintahan akan mempunyai corak yang khas sesuai dengan konsep ideologi yang dipakai.

Indonesia sekarang lebih condong kepada sisrem ideologi demokrasi liberal ala amerika, ideologi yang mengutamakan kepentingan elit penguasa/pengusaha. Tidak salah jika rakyat terus dirugikan demi membela kepentingan pemodal asing atau dalam negeri. Misal kasus lumpur LAPINDO, dimana penduduk sekitar lapindo tidak kuasa menuntut haknya kepada pemerintah yang lebih menganakemaskan perusahaan milik pengusaha terkaya di Indonesia dibandingkan rakyatnya.

Pro kontra pelarangan Ahmadiyah

Oleh Munarwan
An Nashr Institute , mantan Ketua YLBHI

Pro kontra pelarangan Ahmadiyah terus bergulir. Setelah diberi kesempatan selam 3 bulan, ternyata tidak ada yang berubah dari Ahmadiyah. Ahmadiyah dinilai tidak konsisten dengan 12 butir pernyataan yang sebelumnya disepakati Ahmadiyah. Akhirnya Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) Kejaksaan Agung merekomendasikan Ahmadiyah untuk menghentikan aktivitas.

Pihak yang kontra terhadap pelarangan Ahmadiyah sebagian besar berpijak pada HAM. , terutama kebebasan berkeyakinan dan beragama. Beberapa argumentasi pembela Ahmadiyah tentu saja perlu dikritisi.

Pertama, melarang Ahmadiyah dianggap telah melanggar HAM dan UUD 1945. Dalam UUD 1945 kebebasan berkeyakinan ini dijamin konstitusi. Dalam Editorial Media Indonesia ditulis : Begitulah, sangat jelas bahwa menurut konstitusi, kebebasan meyakini kepercayaan sesuai hati nurani adalah merupakan hak asasi manusia. Ia juga merupakan hak konstitusional warga, yang harus dilindungi dan dibela negara. Namun, hak itulah yang sekarang dicopot negara dari warga Ahmadiyah dengan cara menghentikan aktivitas Ahmadiyah. Sebuah perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai melanggar HAM dan juga konstitusi.

Argumentasi diatas seakan-akan benar. Namun yang terkesan dilupakan  editorial Media Indonesia, dalam Bab XA tentang HAK ASASI MANUSIA pasal 28 J  point 2 tertulis : Dalam menjalankan hak dan kebebasannya setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan utnuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Hal yang sama dijelaskan dalam pasal 29 Duham, pasal 18 ICCPR.

Artinya, pelaksanaan HAM bukanlah tanpa batas. Negara bisa melakukan intervensi atau melarang dengan pertimbangan nilai-nilai agama. Karena masalah Ahmadiyah adalah persoalan agama Islam, maka pertimbangan nilai-nilai agama Islam-lah yang patut diperhatikan dan dijadikan rujukan  oleh negara. Dalam pertimbangan Islam , perkara Ahmadiyah ini sudah sangat jelas, merupakan paham kufur yang menyimpang dari Islam.

Penting juga dibedakan antara kebebasan beragama dengan kebebasan menodai agama. Untuk perkara yang pertama, negara memang sudah sepantasnya memberikan jaminan. Namun bukan pula berarti memberikan jaminan terhadap kebebasan menodai agama dan menghina agama. Apa yang dilakukan Ahmadiyah adalah penghinaan terhadap agama Islam, dengan menjadikan Mirza Gulam Ahmad sebagai Nabi. Padahal sudah sangat jelas dalam Islam tidak ada nabi dan Rosul setelah wafatnya Rosulullah SAW.

Sungguh mengerikan kalau antara kebebasan beragama dan kebebasan menodai agama tidak dibedakan atas nama HAM. Sangat mungkin dengan mengatasnamakan keyakinannya sekelompok orang sholat bukan menghadap kiblat tapi ke arah Monas, sholat dengan dua bahasa, mungkin juga sambil telanjang. Kalau berdasarkan keyakinan berarti tidak bisa dilarang, sungguh mengerikan. Kalau logika diatas diikuti apa yang dilaukan oleh Wilders, Salman Rushdie, yang menghina Islam tidak bisa disalahkan, sekali lagi sungguh mengerikan.

Pembatasan HAM justru dilakukan oleh negara-negara yang mengklaim dirinya kampium HAM. Di Perancis , Jilbab dilarang, dengan alasan mengancam sekulerisme, padahal jilbab adalah kebebasan beragama. Di sebagian besar negara Eropa, siapapun yang mengkritik dan mempertanyakan kesahihan peristiwa hollacoust akan diseret ke pengadailan , padahal bukankah itu bagian dari kebebasan berpendapat ? Read more »

Permasalahan dan Solusi Internet dalam Dunia Pendidikan

Kendala bidang pendidikan ini dapat diatasi dengan adanya internet yang bisa diakses oleh peserta didik di perguruan tinggi. Berbagai macam informasi seperti perpustakaan online, jurnal online, majalah, dan bahkan buku-buku teks yang dapat di-download gratis dari berbagai situs yang ada dalam dunia internet. Mahasiswa bisa mencari apapun yang berkaitan dengan materi perkuliahan disampaikan dosen di kelas, untuk memperbandingkan, memperkaya pengetahuan, dan mencari sesuatu yang memerlukan kejelasan dan pemahaman mendalam.

Permasalahan selalu timbul dalam dunia pendidikan adalah kekurangan informasi dan referensi akibat terbatasnya jumlah sarana belajar. Ketersediaan buku - buku di perpustakaan terutama pada lembaga pendidikan swasta cukup memprihatinkan dan sangat jauh dari harapan jika yang menjadi tujuan adalah melahirkan sarjana-sarjana berkualitas dari universitas.

Namun pada praktiknya, sosialisasi internet bagi dunia pendidikan tidak semudah yang dibayangkan dan diharapkan banyak pihak, menurut Rahardjo (2001), terbatasnya pemanfaatan teknologi informasi ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya kurangnya penguasaan bahasa Inggris, kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia, mahalnya biaya akses internet, dan ketidaksiapan tenaga pendidik.

Faktor pertama, merupakan permasalahan utama dalam memanfaatkan segala teknologi hasil karya masyarakat Barat. Produk-produk teknologi yang sampai ke tangan masyarakat dunia umumnya menggunakan komunikasi berbahasa Inggris sehingga menyulitkan bagi para pengguna seperti mahasiswa Indonesia yang Jurnal Ilmiah umumnya masih memiliki kemampuan rendah dalam bahasa asing, sedangkan banyak informasi-informasi dan ilmu pengetahuan direkayasa dalam bahasa internasional tersebut.

Faktor kedua, keterbatasan informasi dan ilmu pengetahuan dalam bahasa Indonesia, menjadi salah satu penyebab rendahnya penggunaan internet dalam negeri. Kesadaran masyarakat Indonesia untuk berbagi ilmu pengetahuan masih sangat rendah dibanding di luar negeri. Informasi masih dianggap suatu hal pribadi dan berharga mahal yang tidak dapat diakses oleh seluruh orang, menjadikan pengetahuan hanya berkembang untuk diri pribadi dan komunitas tertentu saja.

Faktor ketiga, adalah kendala mahalnya biaya untuk menggunakan internet di dalam negeri. Untuk mengakses internet pribadi dengan menggunakan jaringan telepon milik pemerintah seseorang harus mengeluarkan biaya hampir sepuluh ribu rupiah per jam sehingga membatasi pemanfaatan internet tersebut. Solusi ini dapat dipecahkan dengan menggunakan internet pada warung-warung internet dengan biaya yang lebih murah antara dua ribu sampai tiga ribu rupiah per jam. Namun masih saja terlalu mahal untuk seorang mahasiswa apabila harus menggunakan dalam frekuensi tinggi (selalu mengakses).

Faktor terakhir, permasalahan dari tenaga pendidik itu sendiri yang masih belum siap menggunakan teknologi internet dalam proses pengajarannya akibat kurangnya kemampuan dosen dalam bidang ini. Seorang dosen tidak akan pernah menyarankan kepada mahasiswa memperkaya wawasan dengan fasilitas internet akibat kekurangmampuannya sendiri. Dampak akhir yang terjadi mahasiswa tidak akan termotivasi untuk mengembangkan diri jika dosen tidak pernah menyarankan pemanfaatan sumber ilmu non formal tersebut.

Masalah terpenting dari sekian faktor penghambat di atas terletak pada faktor ketiga dan keempat yakni mahalnya biaya akses dan keterbatasan dosen. Jika kendala bahasa tidak menjadi masalah, lambat laun mahasiswa akan terus belajar dengan sendirinya dengan tingginya frekuensi penggunaan internet, sehingga mereka akan lebih memahami penguasaan istilah-istilah asing dari internet tersebut. Sumber motivator utama dari dosen adalah faktor terpenting dalam mensosialisasikan kegiatan penunjang pembelajaran. Misalnya untuk melengkapi informasi tentang sebuah kajian masalah di dalam kelas, mahasiswa dianjurkan untuk membuka homepage milik dosen, atau mengakses situs-situs lain yang disarankan dosen.

Dari segi mahalnya biaya kendala ini dapat diatasi dengan berperan penting lembaga pendidikan/universitas untuk mengembangkan sistem pembelajaran internet dengan membangun sebuah jaringan internet di lembaga pendidikan, menyediakan sarana penyewaan dengan biaya yang lebih murah dibanding warung internet milik penguasaha bisnis.