Umat Islam Kehilangan Ukhuwah Islamiyah

dubaiUkhuwah islamiyah adalah keindahan sekaligus kekuatan yang menempel pada jati diri kaum muslimin. Bahkan Rosululloh menempatkan ukhuwah islamiyah menjadi bagian dari keimanan seorang yang percaya kepada Allah dan Hari akhir. Misalnya dalam hadist:

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r.a, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, janganlah ia menzhaliminya dan membiarkannya. Barangsiapa membantu menutupi kebutuhan saudara seislam, maka Allah akan membantu menutupi kebutuhannya. Barangsiapa membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan niscaya Allah akan membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan niscaya Allah akan membebaskannya dari kesulitan-kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim niscaya Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat,” (HR Bukhari [2442] dan Muslim [2580]).

Begitulah Rosul saw mengajari kita tentang makna persaudaraan dalam islam atau yang biasa kita sebut dengan ukhuwah islamiyah.

Ada sebuah peristiwa bagaimana kaum muslimin begitu memperhatikan dan melindungi saudaranya yang lain. Salah satunya berikut ini:

Pada tahun 837, al-Mu’tasim Billah menyahut seruan seorang budak muslimah yang meminta pertolongan karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi, kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya. Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu’tashim billah dengan lafadz yang legendaris: waa mu’tashimaah!. Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Amoria dan melibas semua orang kafir yang ada di sana (30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 yang lain ditawan). Seseorang meriwayatkan bahwa panjangnya barisan tentara ini tidak putus dari istana khalifah hingga kota Amoria, karena besarnya pasukan. Setelah menduduki kota tersebut, khalifah memanggil sang pelapor untuk ditunjukkan dimana rumah wanita tersebut, saat berjumpa dengannya ia mengucapkan “Wahai saudariku, apakah aku telah memenuhi seruanmu atasku ?”.

Atau sewaktu Nabi Muhammad dan kaum muslimin Madinah mengusir kabilah Yahudi bani Qoinuqo karena melecehkan seorang muslimah dan membunuh seorang muslim.

Begitu hebat dan berwibawanya kaum muslimin bila mereka tidak melepaskan ukhuwah dalam hati dan tingkah laku mereka. Lalu bagaimana dengan muslimin saat ini? Anda bisa menilai sendiri kan?

Jawaban yang pasti adalah memilukan!
Baru saja saya melihat artikel bagaimana Dubai dibangun dengan megah super wahhh! sampai artis-artis dunia pun tergiur melancong ke Dubai demi menikmati wisata yang menajubkan. Sejenak 2 menit setelahnya saya menengok artikel tentang pembantaian muslimin di Palestina, miris… sehingga memicu untuk menulis artikel yang seadanya ini. Di sisi satu kaum muslimin asyik memperbagus tanah-tanahnya dengan emas dan berlian, namun di sisi lain banyak muslim di kubur oleh tentara Yahudi di tanah kelahiran mereka sendiri.

palestina

Apakah kondisi dan posisi muslimin yang terpisah-pisah ini bisa diperbaiki? ataukah kita menyerah kepada keadaan dan mengharapkan belas kasihan Israel seperti yang dilakukan Fatah dan HAMAS?

Tentulah tidak ada kata menyerah dalam kamus pengikut Rosululloh. Karena ALLAH memerintahkan kita untuk garang kepada musuh-musuh Allah. Misal dalam satu ayat:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu, lantaran kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, padahal Aku mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Mumtahinah: 1)

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Al Baqarah 2:190)

Tentulah perang di Palestina membutuhkan kekuatan dan kesatuan kaum muslimin saat ini. Maka sudah barang pasti adalah segera kita buang sekat-sekat yang memutus ukhuwah islamiyah, misal seperti ikatan kabilah, ikatan kesukuan, atau ikatan kebangsaan yang menjerat kita kita pada ikatan lokal yang sempit. Karena ikatan kaum muslimin tidak terbatas pada keturunan, tempat tinggal ataupun dari ras bangsa.

Suatu kesatuan atau kepemimpinan tanpa pemimpin adalah salah kaprah. Merujuklah kepada hadist dari Nabi saw tentang siapa pemimpin kaum muslimin.

“Nabi saw bersabda, “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja dictator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam”.[HR. Imam Ahmad].

Rasulullah Saw bersabda:
“Adalah Bani Israil, urusan mereka senantiasa diatur oleh para Nabi, setiap Nabinya telah wafat, maka akan diganti Nabi yang lain. Akan tetapi, tidak ada nabi sesudahku; yang ada adalah para khalifah dan jumlahnya banyak.[HR. Imam Bukhari, juz 2, hal. 175].

Sudah jelas dari dua hadist diatas bahwa kepemimpinan muslimin adalah khilafah dan pemimpinnya adalah kholifah. wallahu a’lam.

oleh: winsolu.wordpress.com

Satu Tanggapan

  1. Pasti bisa diperbaiki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: