Syirkah atau Bisnis online dalam perspektif Islam

Islam mengatur segala aspek dalam kehidupan kita, tidak terlepas juga masalah bisnis. Islam telah mengatur bisnis atau biasa dikenal denganama syirkah dalam islam. berikut penjelasan tentang syirkah atau bisnis dalam islam:

Menurut makna syariat, syirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan (An-Nabhani, 1990: 146).

Hukum

Syirkah hukumnya jâ’iz (mubah), berdasarkan dalil Hadis Nabi Saw berupa taqrîr (pengakuan) beliau terhadap syirkah. Pada saat beliau diutus sebagai nabi, orang-orang pada saat itu telah bermuamalah dengan cara ber-syirkah dan Nabi Saw membenarkannya. Nabi Saw bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra:

Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yang ber-syirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, Aku keluar dari keduanya. [HR. Abu Dawud, al-Baihaqi, dan ad-Daruquthni].

Macam-Macam Syirkah

Menurut An-Nabhani, berdasarkan kajian beliau terhadap berbagai hukum syirkah dan dalil-dalilnya, terdapat lima macam syirkah dalam Islam: yaitu: (1) syirkah inân; (2) syirkah abdan; (3) syirkah mudhârabah; (4) syirkah wujûh; dan (5) syirkah mufâwadhah (An-Nabhani, 1990: 148). An-Nabhani berpendapat bahwa semua itu adalah syirkah yang dibenarkan syariah Islam, sepanjang memenuhi syarat-syaratnya. Pandangan ini sejalan dengan pandangan ulama Hanafiyah dan Zaidiyah.

Syirkah Mudhârabah / qirâdh

Syirkah mudhârabah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih dengan ketentuan, satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal), sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mâl) (An-Nabhani, 1990: 152). Istilah mudhârabah dipakai oleh ulama Irak, sedangkan ulama Hijaz menyebutnya qirâdh (Al-Jaziri, 1996: 42; Az-Zuhaili, 1984: 836). Contoh: A sebagai pemodal (shâhib al-mâl/rabb al-mâl) memberikan modalnya sebesar Rp 10 juta kepada B yang bertindak sebagai pengelola modal (‘âmil/mudhârib) dalam usaha perdagangan umum (misal, usaha toko kelontong).

Ada dua bentuk lain sebagai variasi syirkah mudhârabah. Pertama, dua pihak (misalnya, A dan B) sama-sama memberikan konstribusi modal, sementara pihak ketiga (katakanlah C) memberikan konstribusi kerja saja. Kedua, pihak pertama (misalnya A) memberikan konstribusi modal dan kerja sekaligus, sedangkan pihak kedua (misalnya B) hanya memberikan konstribusi modal, tanpa konstribusi kerja. Kedua bentuk syirkah ini masih tergolong syirkah mudhârabah (An-Nabhani, 1990: 152).

Hukum syirkah mudhârabah adalah jâ’iz (boleh) berdasarkan dalil as-Sunnah (taqrîr Nabi Saw) dan Ijma Sahabat (An-Nabhani, 1990: 153). Dalam syirkah ini, kewenangan melakukan tasharruf hanyalah menjadi hak pengelola (mudhârib/‘âmil). Pemodal tidak berhak turut campur dalam tasharruf. Namun demikian, pengelola terikat dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal.

Jika ada keuntungan, ia dibagi sesuai kesepakatan di antara pemodal dan pengelola modal, sedangkan kerugian ditanggung hanya oleh pemodal. Sebab, dalam mudhârabah berlaku hukum wakalah (perwakilan), sementara seorang wakil tidak menanggung kerusakan harta atau kerugian dana yang diwakilkan kepadanya (An-Nabhani, 1990: 152). Namun demikian, pengelola turut menanggung kerugian, jika kerugian itu terjadi karena kesengajaannya atau karena melanggar syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal (Al-Khayyath, Asy-Syarîkât fî asy-Syarî‘ah al-Islâmiyyah, 2/66).

Masalah Bisnis Anda Bertiga

Dalam hal ini anda dan saudara anda sebagai pemilik modal dan A sebagai pengelola usaha. Anda dan saudara anda hanya ikut dalam penyertaan modal, sementara usaha sepenuhnya dilakukan oleh A sebagai pengelola usaha. Anda berdua sebagai pemilik modal tidak diperkenankan untuk turut campur dalam pengelolaan usaha. Kalau hal itu memang dijadikan syarat, maka syarat tersebut tidak sah. Apabila ada untung, maka keuntungan dibagi untuk dua pihak (pemodal dan pengelola) sesuai kesepakatan sebelumnya. Sementara itu, apabila usaha merugi, maka kerugian hanya ditanggung oleh pihak pemodal, yaitu anda dan saudara anda. Si A sebagai pengelola tidak ikut menanggung kerugian, kecuali jika kerugian disebabkan oleh kelalaian A.

Mengenai pembagian keuntungan, disepakati sebelum ada penyertaan modal. Besarnya persentase untuk masing-masing pihak sangat tergantung pada kesepakatan. Tidak ada ketentuan pasti. Berdasarkan kebiasaan yang ada, jika usaha itu adalah usaha padat modal maka pemodal mempunyai porsi yang lebih besar, misal 60:40 atau 70:30. Misalnya adalah usaha warnet. Sedangkan jika itu padat karya yaitu membutuhkan keahlian tertentu, porsinya bisa lebih besar pada pengelola.

Sebaiknya, perjanjian kerjasama ini memiliki jangka waktu. Apabila jangka waktu habis, maka bisa dilakukan perpanjangan. Bisa juga dilakukan penambahan modal, baik dari pemodal sebelumnya ataupun dari pemodal lain yang sebelumnya tidak ikut bisnis ini.

Jika jangka waktu sudah berakhir, maka pihak pengelola harus mengembalikan modal milik pemodal. Setelah jangka waktu berakhir, maka bisa dilakukan kesepakatan baru. Kesepakatan baru bisa saja berbeda dengan kesepakatan sebelumnya, baik pembagian keuntungan ataupun sistem usahanya.

Jadi kita harus hati-hati dalam semua bisnis yang akan kita terjuni, apalagi bisnis di dunia online. Bisnis online memang menjanjikan tapi kita harus jeli memilah dan memilihnya. Ok. ^^

13 Tanggapan

  1. kalau semacam klik rupiah gimana pak?

    • Bila ada kejelasan akad seperti satu klik iklan mendapatkan berapa rupiah/dollar. Itu tidak masalah, seperti halnya google adsense atau adsense lainnya yang lagi marak. Karena dalam hal itu kita menawarkan jasa pada pengiklan. Karena dalam islam diperbolehkan bisnis dalam bidang jasa.

      • Kebetulan lagi cari-cari refrensi soal hukum adsence menurut islam. Alhamdullilah ada sedikit pencerahan. Tapi sepertinya masih butuh rujukan pelengkap

      • Jujur saya masih agak ragu-ragu kalau saya bicara dengan hati nurani saya tentang bisnis online di Internet ini.. Saya bukan seorang ahli fiqih namun saya ragu akan kehalalannya.. bolehkah saya memberikan pendapat saya dan saya minta tolong agar pendapat saya diperjelas kekurangannya..

        Pertama, misalnya, seperti Adsense maupun klikrupiah, bagaimana kalau iklan yang muncul adalah iklan yang berbau sex maupun perjudian dan banyak wanita yang tidak berauratnya sehingga kita sering melihat wanita tidak beraurat? Apakah penghasilan dari orang yang melakukan klik iklan terhadap iklan-iklan tersebut dibenarkan/dihalalkan? Begitu juga dengan PTC atau Paid To Click, tidak jarang ada iklan yang berbau sex, perjudian dan mengumbar-ngumbar aurat dan menjadikan wanita sebagai lambang promosinya..

        Jujur saya orang yang sangat ingin berbisnis lewat dunia maya, saya sudah mengikuti PPC, PTC dan lain-lain namun sedikit-sedikit saya berhenti.. Ketika hati saya sedang ada dalam kegelapan, saya menghalalkannya begitu saja..tetapi ketika saya lepas dari kegelapan meski hanya selangkah, saya mulai bertanya-tanya tentang kejelasan bisnis saya. Hingga saya jatuh bangun untuk berbisnis di dunia maya ini..

        Mohon bantuannya yah🙂 Shukron..

  2. waah bagus sekali kupasanya, mantabz

  3. Bagaimana kalo dengan bisnis yg cara kerjanya seperti :
    1.Formula bisnis.
    2.Bisnis 5Milyar
    dan yang lainnya .

  4. yg bs meningkatkan pengunjung ada;ah dgn SEO (free traffic) dan PPC(paid traffic)..Ok,sukses yaa..

  5. Saya masih beluma ada kejelasan dengan adsense ini, trus apa hukumnya kita kerjasama dengan orang luar islam dan memakan hasil dari mereka seperti kita dapat uang dari Adsense?

  6. satu lagi saya ingin kejelasan karena saya sedang menggeluti bisnis adsense ini, karena dalam satu minggu berjuta juta saya dapatkan dari adsense!!!

  7. Bagus!!!

  8. mohon untuk diberikan penjelasan lebih lanjut tentang syarat permodalan dalam syirkah mudharabah…
    adakah modal harus berupa uang saja atau boleh dengan ‘urud/benda atau jasa…
    semisal A dan B bekerjasama dalam jasa transportasi A sebagai pemilik kendaraan dan B sebagai supir, sedangkankesepakatan dibagi diantaranya menurut kesepakatan…

  9. makasi sedikit tambahan ilmu bisnis dan islam dari berjuta mata air ilmu yg saya dapatkan..

  10. Assalmulakm. di forum ini ada yang ikut jjstripel gk?
    kalo JJS ATAU JUSTTEEPAID itu gamna hukumnya?
    Syukron Katsir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: