kenaikan harga bbm, dimana tanggung jawab pemerintah?

Sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga yang abnormal. Contohnya minyak goreng di Pekan Baru sampai menembus 13 ribu/kg dengan harga sebelumnya 11 ribu/kg. Gula pasir dari harga Rp. 6800/kg menembus Rp. 7000/kg.(Waspada online). Begitu pula dengan harga telur, daging dan sembako lainnya.

Di balik itu.

Semua kenaikan bahan pokok tsb dipicu oleh pencabutan subsidi BBM oleh pemerintah beberapa bulan yang lalu. Anehnya pencabutan subsidi BBM diputuskan sepihak oleh pemerintah tanpa memperhatikan aspirasi rakyat yang sejak awal tidak pernah setuju dengan pencabutan subsidi. Bagaimana dengan ribuan suara rakyat yang disampaikan melalui  parlemen/perwakilan mereka di pemerintahan, media massa, ataupun demonstrasi di jalanan seakan-akan bagaikan angin berlalu di hadapan pemerintah saat ini.

Pemerintah tidak berpihak pada kepentingan rakyat!

Itulah yang bisa kita rasakan di negeri Indonesia ini. Dengan dalih politik ” menggunakan rakyat harus mandiri, rakyat perlu dewasa,” ataupun dalih lainnya yang memojokkan rakyat sebagai yang bersalah di masalah harga BBM yang tinggi. Ya… pemerintah sekaran pandai berpolitik untuk meredakan amarah rakyat tetapi pemerintah tidak becus untuk mengurusi kepentingan rakyatnya. Pemerintah lebih senang untuk memuaskan kepentingan investor asing atau negara-negara asing yang menguras habs kekayaan Indonesia.

Bagaimana dengan pendapat sobat?

Satu Tanggapan

  1. salam kenal…mekasih mampir ke blogku……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: